Rabu, 04 April 2012


KONSEP PENGOBATAN TRADISIONAL
MENURUT PRIMBON JAWA

Bani Sudardi*




1.      Pengantar
ebudayaan dapat dibagi menjadi tujuh
unsur  pokok,  yaitu  (1)  bahasa,  (2)
sistem  pengetahuan,  (3)  organisasi
sosial, (4) sistem peralatan hidup dan tekno-
logi, (5) sistem matapencaharian hidup, (6)
sistem  religi,  dan  (7)  kesenian  (Koentjara-
ningrat,1983:206).  Setiap  suku  bangsa
mempunyai  sistem  kebudayaannya  sendiri
dan tidak setiap suku bangsa dapat dengan
mudah  menerima  unsur-unsur  kebudayaan
dari luar.
Sistem pengobatan dapat dimasukkan
ke dalam unsur sistem pengetahuan suatu
bangsa   yang   dalam   realisasinya   dapat
dimasukkan  ke  dalam  unsur  teknologi.
Kebudayaan   Jawa   mempunyai   sistem
pengetahuan   pengobatan   yang   sudah
ratusan  tahun  digunakan  oleh  masyarakat
Jawa,  yakni  sebelum  masuknya  teknik-
teknik  kedokteran  modern.  Sistem  peng-
obatan  tersebut  disebut  sebagai  sistem
pengobatan tradisional.
Sistem pengobatan tradisional dewasa
ini banyak mendapat perhatian karena sistem
ini  dalam  kenyataan  di  masyarakat  pada
umumnya  masih  hidup  dan  berdampingan
dengan  sistem  pengobatan  modern.  Salah
satu  bidang  ilmu  yang  mengkaji  sistem
pengobatan  tradisional  ialah  antropologi
kesehatan. Ilmu ini muncul berkaitan dengan
pembangunan masyarakat desa, khususnya
di bidang kesehatan.
Sistem  pengobatan  tradisional  men-
dapat perhatian para pakar di bidang kese-
hatan karena sistem tersebut dapat menjadi
alternatif   dalam   pemulihan   kesehatan



manusia. Dewasa ini terjadi kecenderungan
di   dalam   golongan   masyarakat   untuk
mengurangi atau menghentikan pemakaian
bahan-bahan  kimia  di  dalam  pengobatan.
Sehubungan dengan aspek kesehatan dan
obat-obatan,  untuk  kepentingan  merawat
kesehatan  dan  kecantikan,  pada  akhir-akir
ini dipergunakan bahan-bahan dari hasil bumi
dan  pengolahannya  secara  tradisional,  di
antaranya adalah membuat kulit tahan sinar
matahari, otot kuat berjalan jauh, dan mata
tetap kuat dan tidak cepat rabun (Soeratno,
1997:28).
Masyarakat Jawa, sejak ratusan tahun
juga,  sudah  memiliki  sistem  pengobatan
tradisional.  Sistem  pengobatan  tersebut
sampai  dewasa  ini  masih  tumbuh  subur,
bahkan  sebagian  sudah  menjadi  suatu
sistem  industri  cukup  besar  yang  dikenal
dengan nama jamu. Dewasa ini kita menge-
nal berbagai jenis jamu yang dikemas secara
modern seperti dari Perusahaan Air Mancur,
Sido Muncul, Jamu Jago, Deltomed, dan lain-
lain;  bahkan  sebagian  diwujudkan  dalam
bentuk  pil  dan  kapsul  layaknya  obat-obat
modern.  Jamu  Indonesia  juga  sudah  di-
ekspor ke mancanegara.
Menyadari  pentingnya  obat-obat  tradi-
sional dalam khazanah pengobatan bangsa,
tulisan ini menguraikan konsep dan obat-obat
tradisional  di  Indonesia,  khususnya  yang
berkembang di kalangan masyarakat Jawa.
Namun, diharapkan pula khazanah obat-obat
tradisional  dari  kalangan  masyarakat  lain
juga  mendapat  perhatian.  Di  samping  itu,
sumber pengobatan tradisional tidak terbatas
pada primbon saja, melainkan juga terdapat